Dunia Si Ferdot

  • Headline
  • About Me
  • My Books
  • My Blog
  • My Gallery
  • Contact Me
  • …  
    • Headline
    • About Me
    • My Books
    • My Blog
    • My Gallery
    • Contact Me

Dunia Si Ferdot

  • Headline
  • About Me
  • My Books
  • My Blog
  • My Gallery
  • Contact Me
  • …  
    • Headline
    • About Me
    • My Books
    • My Blog
    • My Gallery
    • Contact Me

MEMBACA AWAL SCHRÖDINGER

· Renungan

Buku berjudul What Is Life? karya ErwinSchrödinger nggak terlalu tebal, tapi menantang dan butuh kehati-hatian untuk membaca dan mencerna. Aslinya itu adalah rangkaian kuliah umum di Trinity Colleger, Dublin tahun 1943, yang disampaikannya di hadapan sekitar 400 orang. Kemudian diterbitkan tahun 1945 sebagai bentuk yang paling murni dan fokus, karena terbatas pada tujuh bab utama dan epilog tentang determinisme dan kehendak bebas. Nggak ada tambahan refleksi metafisik atau autobiografi.

Itu agak sedikit berbeda dengan What Is Life? and Other Scientific Essays (1956) yang memuat banyak esai lain. Buku ini lebih tepat dibaca sebagai panorama pemikiran Schrödinger, bukan sekadar satu buku
tentang biologi. Bahkan dalam kata pengantar koleksi itu, Schrödinger sendiri mengakui ada pengulangan dan bahkan ketegangan gagasan antar esai. Jadi edisi 1945 cocok untuk membaca argumen asli secara fokus. Edisi 1956 cocok untuk melihat perluasan pemikiran Schrödinger ke soal kesadaran, agama, dan diri. Itu paling kaya untuk melihat bahwa pertanyaan tentang hidup, materi, pikiran, dan makna sebenarnya saling terhubung dalam satu proyek intelektual besar. Bedanya ya di situ aja.

Lantas apa yang dibahas dalam What IsLife? Schrödinger memulai dari persoalandasar fisika. Banyak hukum fisika sehari-hari tampak rapi karena melibatkan jumlah atom yang sangat besar. Akan tetapi dalam konteks biologi, organisme hidup berbeda. Kehidupan justru bergantung pada ketepatan yang sangat tinggi pada skala sangat kecil. Dari situ Schrödinger masuk ke soal pewarisan sifat. Ia menjelaskan bahwa inti sel dan kromosom membawa semacam “naskah kode” yang menentukan perkembangan organisme sejak sel telur yang telah dibuahi sampai menjadi makhluk dewasa. Hal ini menarik karena Schrödinger sudah membayangkan bahwa informasi keturunan tersimpan dalam struktur material yang sangat kecil tetapi sangat teratur, jauh sebelum struktur DNA dijelaskan secara penuh di waktu yang berbeda.

Selanjutnya, ia membahas soal mutasi. BagiSchrödinger, mutasi penting karena di situlah perubahan biologis dan seleksi alam mendapat bahan kerjanya. Mutasi mesti cukup jarang agar kehidupan tetap
stabil, tetapi tetap mungkin terjadi agar evolusi bisa berjalan. Untuk menjelaskan kestabilan gen sekaligus kemungkinan perubahan mendadak, ia memakai pendekatan mekanika kuantum. Bayangkan dari pendekatan fisika ke biologi, dengan sudah mulai melintas ilmu. Di sini muncul gagasan terkenalnya tentang bahan keturunan sebagai “aperiodic solid”, yaitu struktur padat yang tidak berulang secara sederhana seperti kristal biasa, sehingga bisa menyimpan banyak informasi dalam bentuk yang sangat ringkas. Gagasan ini sangat berpengaruh karena membantu orang membayangkan gen sebagai pembawa informasi, bukan sekadar bahan kimia acak.

Bagian yang paling sering diingat orang dalambuku ini adalah pembahasannya tentang entropi. Secara awam, entropi bisa dipahami sebagai kecenderungan segala sesuatu menuju keadaan lebih acak.
Schrödinger lalu mengatakan bahwa makhluk hidup tetap hidup karena terus “mengambil keteraturan” dari lingkungannya. Ia memakai istilah terkenal yakni negative entropy, yang secara sederhana dipahami bahwa organisme mempertahankan dirinya dengan menyerap hal-hal yang membuat susunannya tetap rapi, lalu membuang kekacauan itu keluar. Jadi yang digarisbawahi adalah hidup punya cara khusus untuk menunda keruntuhan menuju kekacauan tapi bukan melawan hukum alam. Ini penjelasan yang membuat biologi terasa dekat dengan fisika, tanpa kehilangan keajaiban hidup itu sendiri. Jadi, semakin terasa bahwa bagi Schrödinger pertanyaan “apa itu hidup?” tidak pernah berhenti di sel dan gen, tetapi berujung pada pertanyaan yang lebih besar yakni apa arti mengetahui, apa arti sadar, dan apa posisi manusia di dalam alam semesta.

Saya blom bisa mengupas banyak hal, karenaselain What Is Life? and Other Scientific Essays, My View of The World, dan Mind and Matter, baru dua terakhir saja yang sempat saya gali sedikit serius dan singgung dalam tulisan sebelumnya. Uniknya dalam Mind and Matter, Schrödinger jelas membuka pintu ke pemikiran India dengan secara eksplisit menyebut pengenalan Athman=Brahman dari Upanishad, lalu mengatakan bahwa kesadaran tidak pernah dialami dalam bentuk jamak, melainkan tunggal. Ia juga
memakai istilah Indian "Maja" untuk menjelaskan bahwa kemajemukan yang tampak bisa jadi hanyalah penampakan dari satu kesadaran yang sama. Lebih dari itu, Schrödinger menulis bahwa sains Barat mungkin perlu semacam “blood-transfusion from Eastern thought” agar bisa lebih memadai memahami
subjek atau kesadaran.

Akan tetapi itu pun masih interpretatif, bukantekstual langsung. Nggak bisa dikaitkan juga dengan gagasan tantrik secara langsung. Sebab rujukan eksplisit yang ia sebut dalam buku-buku ini adalah Upanishad, Athman=Brahman, Maja, filsafat kesatuan kesadaran, serta kritik atas objectivation sebagai jalur Vedanta. Sementara dari penjelasan yang ada, Schrödinger tidak membangun argumen lewat tema-tema khas Tantrik seperti tubuh sebagai mandala, śhakti, ritual, mantra, cakra, atau praksis transformasi energi.
Jadi hubungan itu ada pada level filsafat kesadaran dan non-dualisme, bukan pada level doktrin atau praktik Tantra yang spesifik.
Begi
tulah kira-kira. Belum bahas kucingnya.Kapan-kapan (end/frs)

Subscribe
Previous
Tantra dan Schrödinger
Next
36 Tattwa Abhinawagupta versus Spiritual Kekinian
 Return to site
strikingly iconPowered by Strikingly
Cookie Use
We use cookies to improve browsing experience, security, and data collection. By accepting, you agree to the use of cookies for advertising and analytics. You can change your cookie settings at any time. Learn More
Accept all
Settings
Decline All
Cookie Settings
Necessary Cookies
These cookies enable core functionality such as security, network management, and accessibility. These cookies can’t be switched off.
Analytics Cookies
These cookies help us better understand how visitors interact with our website and help us discover errors.
Preferences Cookies
These cookies allow the website to remember choices you've made to provide enhanced functionality and personalization.
Save